facebook google twitter tumblr instagram
  • Beranda
  • Adat
    • Peresean
    • Nyongkolan
  • Tarian
    • Tari Lenggo
    • Tari Ganrung
    • Tari Sasak Oncer
  • Makanan
    • Beberuk Terong
    • Bebalung
    • Nasi Sukaraja
    • Ayam Taliwang
    • Plecing Kangkung
  • Minuman
    • Es Ketan Hitam
    • Tuak Manis
    • Es Sarang Burung
  • Objek Wisata
    • Gunung Rinjani
    • Pantai Tebing
    • Air Terjun Tiu Kelep & Sendang Gile
    • Taman Narmada

LOMBOK



Tradisi Peresean merupakan salah satu Tradisi warisan nenek moyang sebagai bagian Upacara adat Suku Sasak (Orang Lombok), asal usul tradisi ini dimulai dari legenda pertarungan sampai mati dua orang laki-laki yang merupakan tunangan dari Ratu Mandalika, disamping itu latar belakang dari tradisi ini adalah pelampiasan Emosi Para Raja di Masa Lampau ketika berperang melawan musuh.

Dengan Melihat Latar belakang Tradisi Presean, mungkin kita bisa menebak bagaimana bentuk tradisi ini, bisa dikatakan ini adalah Tarian kuno yang merupakan upacara adat dari Suku Sasak yang membawa falsafah tentang keberanian,ketangkasan dan ketangguhan orang-orang lombok sebagai petarung (Pepadu).

Tradisi Presean disamping bertujuan untuk menunjukkan keberanian,ketangkasan dan ketangguhan, masyarakat sekitar percaya bahwa setiap darah yang menetes dapat menentukan Hujan, semakin banyak tetesan darah semakin banyak peluang untuk terjadinya hujan di lombok, bisa dikatakan Peresean merupakan Upacara Adat Suku Sasak Untuk mendatangkan hujan.
Maret 12, 2018 No komentar
Hasil gambar untuk nyongkolan

Nyongkolan adalah sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. kegiatan ini berupa arak-arakan kedua mempelai dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, dengan diiringi keluarga dan kerabat mempelai pria, memakai baju adat, serta rombongan musik yang bisa gamelan atau kelompok penabuh rebana, atau disertai Gendang beleq pada kalangan bangsawan. Dalam pelaksanaannya, karena faktor jarak, maka prosesi ini tidak dilakukan secara harfiah, tetapi biasanya rombongan mulai berjalan dari jarak 1-0,5 km dari rumah mempelai wanita.
Tujuan dari prosesi ini adalah untuk memperkenalkan pasangan mempelai tersebut ke masyarakat, terutama pada kalangan kerabat maupun masyarakat dimana mempelai perempuan tinggal, karena biasanya seluruh rangkaian acara pernikahan dilaksanakan di pihak mempelai laki-laki.
Sebagian peserta dalam prosesi ini biasanya membawa beberapa benda seperti hasil kebun, sayuran maupun buah-buahan yang akan bibagikan pada kerabat dan tetangga mempelai perempuan nantinya. Pada kalangan bangsawan urutan baris iring-iringan dan benda yang dibawanya memiliki aturan tertentu.
hingga saat ini Nyongkolan masih tetap dapat ditemui di Lombok, iring-iringan yang menarik masyarakat untuk menonton karena suara gendangnya ini biasanya diadakan selepas dhuhur di akhir pekan. apabila anda melakukan perjalanan antar kota do Lombok, maka bersiaplah untuk menghadapi kemacetan insidental akibat Nyongkolan yang dapat anda temui sepanjang jalan, apabila di kahir pekan tersebut banyak digelar pernikahan. 


http://id.wikipedia.org/wiki/Nyongkolan.
www.lombokgaleri.com
Februari 26, 2018 No komentar
Older Posts

About me



Nama saya Glen Tuuk, saya berumur 15 tahun. Saya adalah salah satu murid dari Sekolah Lentera Harapan. Tujuan saya untuk membuat blog ini adalah tugas sekolah dan mempromosikan keindahan dan keberagaman Indonesia, khususnya Lombok. Terimakasih sudah berkunjung, God bless you!

Follow Me For More!

Labels

Adat Kebudayaan Kuliner LOMBOK! Makanan Minuman Objek Wisata Tarian

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2018 (18)
    • ▼  April (5)
      • LOMBOK
      • Gunung Rinjani
      • Pantai Tebing
      • Air Terjun Tiu Kelep & Sendang Gile
      • Taman Narmada
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (12)

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates